top of page

Cara Mengelola Pinjaman Agar Kredit Tidak Macet (Pinjaman Bank maupun Online)

Dana pinjaman untuk modal usaha ataupun untuk menutup kebutuhan sehari-hari memang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Namun hutang sendiri diharapkan diperuntukan untuk usaha modal, ataupun untuk kegiatan produktif lainnya agar tidak ada kewajiban yang dibebankan secara sia-sia.

Nah, hutang untuk melakukan usaha atau kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk pendanaan usaha bisa disebut utang produktif. Untuk melakukan pinjaman produktif tentu harus memiliki siasat tersendiri sebelum melakukan pinjaman dan juga setelah melakukan pinjaman, sehingga pinjaman dapat dikelola dengan baik dan kewajiban dapat terbayarkan dengan lancar.

Banyaknya resiko dari pinjaman yang tidak terselesaikan dengan baik sehingga, kemungkinan dikejar oleh bank, tersitanya aset perusahaan, dan memburuknya nama akan terjadi. Ada baiknya pikirkan kembali tujuan untuk melakukan pinjaman dan pikirkan kembali bagaimana cara membayar pinjaman yang kamu ajukan, selain itu mengelola pinjaman produktif perlu dilakukan agar kredit tidak macet. Berikut ini tips untuk mengelola pinjaman agar kredit tidak macet yang perlu kamu ketahui.

Segera Lakukan Pinjaman Dana Khusus Logistik Untuk Menunjang Cashflow dengan Invoice Cepat. Hubungi Kargo Sekarang Melalu Whatsapp sekarang

1. Pahami Tujuan Melakukan Pinjaman

Pikirkan kembali apa tujuan kamu untuk melakukan pinjaman, apakah pinjaman memang perlu dibutuhkan? Apakah tidak ada cara lain selain melakukan pinjaman? Nah, untuk menjawab hal tersebut kamu perlu menganalisa ulang keuanganmu, dan dana operasional mana yang bisa kamu kurangi sehingga pinjaman tidak perlu dilakukan. Jika pertimbangan sudah dilakukan dan kamu memang membutuhkan pinjaman, maka teguhkan dirimu untuk membayar uang pinjaman tersebut untuk dana yang dialokasikan. Setelah itu tentukan tenor waktu yang dibutuhkan untuk pinjaman tersebut, hitunglah kembali apakah kamu dapat membayar kewajiban tersebut dengan tenor yang direncanakan?

2. Tentukan Pinjaman Bank ataupun Pinjaman Online

Sebelum melakukan pinjaman, ukur metode pinjaman melalui bank ataupun melalui pinjaman online, setelah itu tentukan resiko, bunga dan syaratnya agar pinjaman tidak memberatkan pada saat proses peminjaman. Sejatinya pinjaman online mungkin akan lebih menguntungkan, namun memiliki resiko yang cukup besar karena masih banyak pinjaman online bodong . Penting sebelum melakukan pinjaman online alangkah baiknya kamu untuk research platform yang ingin kamu gunakan terlebih dahulu.

Untuk Pinjaman dari bank juga lebih aman daripada pinjaman online namun memiliki persyaratan yang sulit dan membutuhkan agunan dan bunga yang cukup besar. Nah, melihat kelebihan dan keburukan dari metode pinjaman, kamu bisa mencocokan dengan situasi yang kamu miliki untuk menentukan pinjaman yang cocok denganmu.

3. Lihat Manajemen Keuangan dengan Menghitung Pinjaman

Berapa dana yang kamu butuhkan untuk mencapai tujuan yang sudah kamu targetkan? Jika sudah mendapatkan jawaban itu lakukan perhitungan agar semua kebutuhan pendanaan dapat menutupi kebutuhan yang kamu inginkan. Sebagai pengusaha penting untuk melihat kembali keuangan perusahaan agar pinjaman yang diajukan sesuai dengan dana yang dibutuhkan. Terkadang masih banyak beberapa orang yang melebihkan dana pinjaman hanya untuk sebagai dana cadangan dengan kebutuhan yang tidak jelas. Hal ini yang kadang akan memberatkan kamu dikemudian hari.


4. Alokasikan Dana Sesuai Tujuan Awal

Jika kamu sudah mendapatkan dana yang kamu inginkan, pada umumnya orang akan terlena dan kembali menganggap enteng permasalahannya, sehingga ia lupa pada tujuan awal meminjam. Alokasikan dana sesuai pada tempatnya, sehingga tidak adanya beban yang berkelanjutan di kemudian hari. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, analisa kembali dana yang kamu pinjam disesuaikan dengan kebutuhan yang harus tutupi, sehingga pinjaman dapat berfungsi dengan tepat untuk penggunaannya.

5. Pisahkan Dana Pinjaman Dengan Dana Pribadi dan Dana Perusahaan

Setelah mendapatkan dana segera pisahkan dana pinjaman ke rekening yang disiapkan. Jika kamu memasukinya ke dalam rekening perusahaan, ada baiknya kamu mencatat berapa pengeluaran yang kamu bayarkan/ atau kegiatan pembayaran kebutuhannya. Hal ini dilakukan agar di kemudian hari uang pribadi/ uang perusahaan dengan uang pinjaman tidak tercampur dan tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Dengan memisahkan dana pinjaman dengan dana pribadi kamu juga akan lebih mudah dalam mengatur cashflow, sehingga dana yang tersedia bisa digunakan untuk kepentingannya masing-masing sesuai rencana.


6. Sisihkan Keuntungan Untuk Kewajiban Hutang

Jika dirasa kebutuhan mulai terpenuhi, saatnya kamu membayar hutangmu sesegera mungkin. Melakukan pembayaran juga tentu harus dilakukan perhitungan. Jangan sampai kamu terburu-buru bayar hutang hingga tidak ada sama sekali dana cashflow untuk bisnis kamu. Sisihkan keuntungan untuk membayar cicilan, kamu juga bisa menggunakan budget pribadi untuk membantu dana cicilan tersebut agar lebih cepat terkumpul untuk kemudian dibayarkan.

7. Buat Catatan Keuangan

Catatan keuangan sangat penting untuk mengetahui pengeluaran, agar kondisi keuanganmu tetap termonitor dengan baik. Dengan catatan keuangan yang baik maka kamu secara tidak langsung berperan dalam mewujudkan perencanaan keuangan. Melihat hal itu secara tidak langsung kamu akan menemukan seberapa besar kemajuan perusahaan, dan berapakah utang yang masih harus dibayar. Jika ternyata kondisi keuanganpun masih menurun, kamu bisa dengan cepat mengetahuinya dan dapat mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan catatan keuangan tersebut.

8. Lakukan Pembayaran Secepat Mungkin

Tidak perlu menunggu hingga jatuh tempo. Jika kamu sudah memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembayaran hutang, segera bayarkan dan jangan ditunggu-tunggu lagi. Dengan begitu kamu bisa lepas dari lilitan hutang dengan cepat. Berhutang memang memiliki fungsi sebagai pembantu pendanaan agar keuangan kembali lancar, namun jika salah-salah dan terlena menggunakan uang dengan tidak bijak hutang akan menjadi masalah baru yang akan kamu hadapi di kemudian hari. Melihat hal ini, disarankan untuk membayar hutang dengan bijak dan secepat-cepatnya, agar kewajiban cepat terselesaikan.

Cara Meminjam dan Cara Mengelola Pinjaman Khusus Logistik Bersama Kargo

Jika kamu adalah pengusaha dibidang logistik dan membutuhkan invoice cair dengan cepat karena sudah mulai mengganggu keuangan perusahaan, program Pembayaran Invoice Cepat dari Kargo bisa menjadi solusi terbaik.

Program ini sangat cocok untuk para transporter yang belum dibayar meski sudah menyelesaikan proses distribusi. Jadi, kamu tak perlu lagi melakukan pinjaman uang di bank yang membutuhkan proses lama dan waktu yang panjang.

Tertarik mencoba program kami? Yuk, segera download aplikasi Kargo Vendor sekarang juga. Kamu bisa menyelesaikan prosesnya yang mudah untuk mulai mencairkan dana. Atau bisa juga kunjungi https://https://https://kargo.tech/wp-content/uploads/2020/04/c790b439-sektor-kecuali-psbb.jpg.tech/wp-content/uploads/2020/04/048a484a-sektor-kecuali-psbb.jpg.tech/early-payment/ dan daftarkan diri kamu segera!

Syarat Pengajuan Invoice Financing Kargo Mudah

Proses Pembayaran Invoice Cepat dari Kargo sangatlah cepat. Dana yang kamu bisa cairkan hanya dalam waktu 1 hari kerja saja. Dan kamu bisa mendapatkan maksimal pencairan invoice dengan total maksimal Rp2.000.000.000 (Dua Miliar Rupiah) untuk masing-masing vendor.

Syarat untuk mengajukan program proses pembayaran invoice cepat dari Kargo pun mudah. Ini dia syaratnya!

1. Perusahaan terdaftar sebagai perseroan terbatas (PT) atau Persekutuan Komanditer (CV)

2. Melampirkan dokumen lengkap

3. Memiliki minimal 1 kali transaksi yang sudah selesai dengan customer

Apa saja dokumen yang dibutuhkan agar memenuhi syarat?

Dokumen apa yang dibutuhkan untuk mendaftar program Pembayaran Invoice Cepat Kargo?

  1. Akta perusahaan & perubahannya, serta SK KEMENHUMKAM

  2. KTP dan NPWP pengurus yang tertera di Akta

  3. NPWP perusahaan

  4. NPWP customer

  5. Agreement vendor & customer

  6. Surat Ijin Usaha (SIUP) & TDP/NIB

  7. Surat keterangan domisili Perusahaan (SKDU)

  8. Sample Invoice yang sudah dibayarkan customer (minimal 5x pembayaran) diambil sampai di 3 bulan terakhir

  9. Foto halaman pertama buku rekening

  10. Rekening koran 6 bulan terakhir

  11. Laporan keuangan terakhir dan Sales Report terakhir. Giro

Berikut tadi adalah prinsip dasar cara mengelola pinjaman modal yang harus kamu ketahui. Jangan lupa untuk selalu kelola dana pinjaman kamu agar pinjaman sesuai dengan alokasi yang dibutuhkan. Untuk kamu pelaku bisnis transporter, Jangan biarkan bisnis tersendat atau hanya karena invoice dari klien terlambat, yuk gabung di program invoice financing dari Kargo sekarang juga!

Cara Meminjam Dana Khusus Logistik Bersama Kargo

0 tampilan

Postingan Terkait

Lihat Semua

コメント


bottom of page