top of page

Pentingnya Pengiriman Barang Cepat bagi Industri FMCG

Pengiriman barang adalah proses penting yang tidak boleh disepelekan begitu saja dalam industri apa pun itu termasuk industri FMCG. Sebab, industri FMCG atau fast moving consumer goods adalah salah satu industri berskala besar di Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi.

Selama pandemi COVID-19, industri FMCG adalah salah satu industri yang belum terpengaruh secara signifikan. Pada Maret 2020, permintaan terhadap barang-barang ini meningkat 53% dibandingkan Maret 2019. Indonesia juga mencatat perubahan positif dari tahun ke tahun secara keseluruhan dalam nilai pasar FMCG sebesar 8,8% pada kuartal ketiga tahun 2020.

Adanya angka-angka tersebut tentu berpengaruh terhadap proses pengiriman barang dalam industri FMCG. Inilah yang juga menjadi alasan mengapa proses pengiriman barang dalam industri ini cukup krusial.

Berikut ini ada informasi lengkap mengenai proses dan tren pengiriman barang dalam industri FMCG. Ada juga informasi mengenai pentingnya kecepatan dalam proses tersebut.

Tren Pengiriman Barang Last Mile untuk Industri FMCG

industri FMCG

Sumber foto: Haibunda.com

Industri FMCG cukup erat kaitannya dengan pengiriman barang last mile, baik itu langsung ke tempat tinggal pribadi konsumen, toko ritel, kelontong atau outlet. Untuk itu, kebutuhan akan pengiriman last mile memunculkan tren yang ada dalam sektor ini. Apa saja?

1. Konsumen mengharapkan lebih dari sekadar brand

Adanya perubahan situasi akibat pandemi, berpengaruh juga terhadap keinginan konsumen terkait proses pengiriman barang. Keinginan untuk pengiriman yang lebih cepat, komunikasi yang lebih baik, dan pemesanan online mendorong inovasi dan adopsi teknologi pengiriman yang lebih baik.

Untuk itu, saat ini sudah bukan soal mana brand yang lebih baik tetapi lebih kepada pihak mana yang mampu memenuhi semua tuntutan soal kenyamanan, layanan terbaik, dan pengiriman secepat mungkin.

2. Menawarkan pengiriman di hari yang sama melalui metode baru

Same day delivery atau pengiriman barang di hari yang sama telah menjadi standar umum terutama bagi Gen-Z sekarang ini yang dikenal memiliki karakter tidak sabar.

Melalui sistem tradisional, perusahaan FMCG yang ingin menjual produknya secara langsung akan menggunakan situs E-Commerce. Setelah itu, pesanan akan memakan waktu beberapa hari sampai seminggu untuk dipenuhi. Namun saat ini, munculnya platform pengiriman pihak ketiga yang memungkinkan industri FMCG untuk menawarkan pengiriman segera setelah pesanan dilakukan lewat orderan online. Bahkan biasanya hanya dalam waktu 30 menit hingga satu jam. Hal ini tentu menjadi tren yang bisa memuaskan konsumen.

Akan tetapi, di sisi lain, hal ini juga bisa menyebabkan masalah. Di mana, perusahaan harus mengelola pesanan dari berbagai platform pengiriman dan menangani pesanan jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Pasalnya, perusahaan harus mendistribusikan produk ke mitra dan outlet yang tersebar di mana-mana sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kargo last mile delivery mampu menghubungkan industri FMCG kepada mitra-mitra nya yang tersebar luas di berbagai wilayah, terutama Jabodetabek agar pengiriman barang bisa jauh lebih lancar.

3. Metode pemesanan yang berkembang

Pemesanan makanan secara online telah berkembang jauh dari sistem tradisional, bahkan bahan makanan pun sekarang banyak tersedia secara online. Saat ini, setiap orang dapat memesan produk di aplikasi pengiriman yang apik dan melacak pesanan secara real-time. Pemesanan bisa juga dilakukan melalui media chatting seperti Whatsapp, chatbots, atau berbicara dengan suara yang disintesis oleh AI di drive-thru.

Teknologi bergerak lebih cepat dari yang mungkin kita bayangkan. Untuk tetap bisa mengikuti perubahan terbaru, bisnis perlu beradaptasi dengan segala bentuk teknologi.

4. Promosi produk melalui media sosial & pembangunan komunitas

Untuk bisa memasarkan produk FMCG di tengah situasi sekarang ini, maka bisnis harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi. Kegiatan promosi secara online termasuk membangun komunitas melalui konten-konten di media sosial menjadi salah satu tren yang harus dilakukan. Pelaku bisnis FMCG harus bisa menyelaraskan produk dengan audiens.

Dengan memanfaatkan komunitas dan membangun branding di media sosial, perusahaan dapat mengurangi biaya iklan dan mendorong loyalitas konsumen jangka panjang. Seperti misalnya penggunaan platform TikTok atau mungkin Instagram.

Dengan adanya promosi dan konten-konten yang menarik, tentunya akan berimbas pada kesadaran mereka akan merek yang Anda miliki. Lalu, secara tidak langsung membuat mereka ingin menggunakan produk yang ditawarkan, sehingga pengiriman barang last mile pun menjadi meningkat.

Ini mungkin memakan waktu lebih lama. Tetapi, membangun komunitas melalui media sosial berarti Anda memiliki hubungan langsung dengan pelanggan yang dapat dimanfaatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Pengiriman Barang Cepat dan Akurat dalam Industri FMCG

pengiriman barang industri FMCG

Freepik.com

Terlepas dari apa tren yang berkembang dalam pengiriman barang last mile FMCG, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan. Kunci keberhasilan industri FMCG terletak pada dua aspek yaitu kecepatan dan akurasi. Distribusi ke beberapa titik lokasi seperti toko ritel, kelontong atau outlet dan jumlah konsumennya yang besar merupakan tantangan bagi industri FMCG.

Penekanan pada aspek ‘kecepatan‘ dari industri FMCG sama pentingnya dengan produksi barang itu sendiri. Apa gunanya mengeluarkan banyak modal uang dan usaha di belakang proses produksi jika konsumen tidak bisa menerima produknya pada waktu yang dibutuhkan?

Pasalnya, barang atau produk yang masuk dalam kategori FMCG adalah produk untuk kebutuhan sehari-hari konsumen. Seperti misal makanan dan minuman kemasan, perlengkapan mandi, produk pembersih, dan lain-lain. Maka, proses distribusi pengiriman barang FMCG ini harus dilakukan sesegera mungkin.

Untuk itu, saat proses pengiriman barang dalam rantai pasokan, perusahaan FMCG akan berusaha mencari waktu ekstra yang dapat dihemat ketika mengirim produk dari gudang ke tujuannya. Pelaku bisnis juga akan memperhatikan tingkat ‘akurasi’ dalam pengiriman barang. Sebab, produk FMCG memiliki masa simpan atau kadaluarsa yang relatif singkat dan juga memiliki sifat yang mudah rusak. Jadi, itulah mengapa industri FMCG tidak hanya memerlukan kecepatan tetapi juga ketepatan waktu sampai pengiriman barang.

Dua aspek penting yang dibutuhkan industri FMCG yaitu ‘kecepatan’ dan ‘akurasi’ bisa dipenuhi dengan menggunakan layanan 3PL Kargo Tech. Proses pengiriman barang FMCG tentu bersifat dinamis karena didasarkan oleh kebutuhan dan permintaan konsumen, dan Kargo Tech selalu bisa menyesuaikan hal itu.

Misalnya, ketika perusahaan melakukan kegiatan promosi seasonal tentu permintaan akan produk bisa bertambah, hal ini akan berimbas pada kebutuhan pengiriman barang mendadak. Karena kebutuhan harus dipenuhi sesegera mungkin, maka proses pengiriman barang cepat bisa dipenuhi dengan layanan Kargo Mid Mile on call.

Selain itu, jika memang jadwal pengiriman barang industri FMCG dilakukan secara rutin, maka pilihan terbaik adalah dengan menggunakan layanan Kargo last mile delivery. Dari sini, nantinya perusahaan bisa mendapatkan routing management system yang lebih baik sehingga semakin meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam pengiriman barang ke semua titik lokasinya.

Hubungi tim Kargo di sini untuk mendapatkan pengiriman barang yang cepat dengan akurasi yang tepat.

1 tampilan

Postingan Terkait

Lihat Semua

Comments


bottom of page