top of page

Jasa Pengiriman Patuhi Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Jasa pengiriman barang masih terbilang laku keras saat pandemi Corona. Meski demikian jasa pengiriman tak abai dalam memberlakukan protokol kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, saat ini bahkan jasa ojek online sudah memberlakukan sistem “ambil sendiri” dalam aplikasi mereka.

Sistem tersebut bisa memberitahukan para ojek online untuk meninggalkan barang yang akan diantar di depan rumah tanpa harus bertemu dengan si pemesan. Hal itu diharapkan bisa mengurangi kontak fisik dan penularan virus Covid-19.

Segala macam cara tengah dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia mau berdiam diri di rumah dan melaksanakan sebagian besar kegiatan di rumah. Tingginya angka orang yang terinfeksi covid-19 saat ini membuat Indonesia ditolak oleh 59 negara lain. Tentu saja hal ini akan sangat merugikan dari segi ekonomi.

Selama pandemi, membeli barang secara online kini seperti sudah menjadi hobi baru di tengah masyarakat. Mungkin Anda pun masuk ke dalam salah satu orang yang punya hobi belanja online saat pandemi dimulai. Kegiatan yang dibatasi membuat banyak orang cenderung bosan dan akhirnya malah check out banyak sekali barang di online shop atau e-commerce kesayangan.

Bukan hanya khilaf untuk membeli perintilan yang tidak begitu penting. Mungkin Anda juga adalah salah satu orang yang kini mengandalkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan primer, yakni makanan. Tak bisa dipungkiri bahwa memesan makanan pun kini sangat mudah. Hanya tinggal pesan via ojek online, Anda bisa menunggu makanan datang tanpa harus membuang waktu dan tenaga serta memperbesar kemungkinan terpapar virus Covid 19.

Bahkan beberapa supermarket di ibu kota sendiri sudah membuat layanan pesan antarnya sendiri untuk memudahkan masyarakat berbelanja. Tak hanya itu, diskon atau potongan harga pun kini banyak tersebar selama pandemi covid-19. Hal tersebut tentu saja sering berhasil membuat masyarakat tergiur untuk menghabiskan uang dan mulai berbelanja lagi?

Siapa yang tak tergiur promo buy 2 get 2 di saat Anda harus berhemat seperti saat ini? Tentu saja kesempatan tersebut seperti pantang untuk dilewatkan!

Jasa pengiriman kebanjiran order

Dilansir dari Tirto.id. sejak bulan maret jasa pengiriman barang mengalami kebanjiran order. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan bahwa terjadi lonjakan permintaan pengiriman barang meski masyarakat berada di tengah kewaspadaan tertularnya virus Covid 19.

Kenaikan permintaan pun terdiri dari berbagai sektor. Bukan hanya dari makanan, namun kebutuhan dapur serta rumah tangga lain pun ikut naik.

“Kalau kategori bahan makanan, sayur dan buah naik sampai 80 persen, untuk jasa logistik terutama last mile delivery atau kurir naik rata-rata 30 persen,” ujar Zaldy Ilham Masita seperti yang kami lansir dari Tirto.id.

Kabar baik dari industri pengiriman barang, meski pemerinta memberlakukan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB, Zaldy menjelaskan bahwa hingga saat ini distribusi pengiriman barang sama sekali tidak terganggu.

Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan harian meski harus berdiam diri di rumah. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat akan lebih membutuhkan barang-barang keperluan rumah tangga karena menghabiskan waktu lebih banyak di rumah hingga waktu yang masih belum bisa ditentukan ini.

Meski demikian, Zaldy mengharapkan bahwa perusahaan logistic mampu melengkapi karyawannya dengan alat pelindung diri seperti protokol yang berlaku. Masker dan hand sanitizer sendiri adalah dua hal esensial yang harus dimiliki orang para kurir karena miliki risiko terpapar yang tinggi dan diharapkan tidak menularkan virus ke orang lain.

Jasa pengiriman patuhi protokol kesehatan

Pernyataan Zaldy sendiri seperti diaminkan oleh Vice President PT. Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE), Eri Palgunadi. Eri mengaku bahwa bisnis miliknya mengalami kenaikan sebesar 10-20% selama pandemi ini.

“Terdapat perubahan pola kuantitas pengiriman dari sebelumnya hanya tinggi saat weekdays, kini terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat melalui e-commerce, sehingga saat weekend pun jumlah pengguna jasa pengiriman barang meningkat,” papar Eri.

Meski bisnisnya kini tengah mengalami kenaikan, Eri mengaku bahwa JNE memastikan bahwa perusahaan mereka tak mengabaikan protokol kesehatan. Mereka pun membuat SOP bisnis sesuai protokoler kesehatan karena menyadari bahwa 2/3 karyawan JNE rentan terpapar virus lantaran harus mengantarkan barang dan bertemu dengan banyak orang yang berbeda setiap harinya.

Hal senada pun dikatakan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) di area Jawa Timur, Ardito Soepomo.

Ardito mengatakan bahwa meski distribusi logistic internasional menurun sejak Januari 2020. Hal tersebut dikarenakan traffic impor dari Cina yang menurut mulai bulan Januari 2020 lalu. Namun di sisi lain terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pola perilaku konsumen masyarakat Tanah Air

“Terjadi peningkatan signifikan perubahan pola perilaku konsumsi masyarakat, dari pembelian offline menjadi online. Ini adalah peluang pengusaha logistik untuk terus berjalan di saat volume distribusi logistik international menurun,” papar Ardito seperti yang dilansir dari drivenhype.com

Selama PSBB, Asosiasi sendiri mengarahkan anggotanya untuk selalu mengikuti aturan pemerintah mengenai penggunaan protokol kesehatan.

Dari segi bisnis, meski keadaan bisnis yang dilihat secara keseluruhan sedang menurun karena makin banyaknya kompetisi di sektor logistic yang bukan hanya sesame ekspedisi namun juga ojek online, asosiasi tetap memaksa para pengusaha logistik untuk berinovasi menciptakan layanan baru yang aman untuk konsumen.

Meski terjadi lonjakan dari segi konsumsi di masyarakat, tak dapat dipungkiri bahwa pembatasan akses di sejumlah daerah akibat penyebaran virus corona menjadi terhambat. Keterlambatan yang paling dirasa di kuarter pertama dan kedua tahun 2020 berada di Indonesia Timur lantaran adanya pembatasan angkutan udara.

“Rata-rata untuk area Jawa keterlambatannya 2-7 hari. Untuk luar Jawa 7-14 hari,” ujar General Manager Sales SiCepat Ekspres, Imam Sedayu seperti yang dilansir dari Koran.Tempo.co

Jika Anda adalah pelaku bisnis dan merasa bingung untuk memesan truk pengiriman, cobalah untuk memakai Kargo Tech. Kargo Tech sendiri menggunakan teknologi modern untuk membantu Anda untuk menemukan truk yang diperlukan saat PSBB ini.

Tidak perlu keluar rumah, cukup menggunakan HP atau telepon genggam, Anda bisa langsung mencari truk yang dibutuhkan. Di sana Anda akan menemukan berbagai macam tawaran dari pemilik truk dengan harga yang berbeda-beda. Jadi, tidak perlu banyak menelpon dan membuang pulsa hanya untuk menanyakan dan menawar hingga harga cocok.

Hal yang sama pun bisa dilakukan untuk Anda yang miliki truk dan ingin mendapatkan muatan. Lewat aplikasi dan web Kargo Tech, Anda bisa dengan mudah mendapatkan pelanggan. Hanya tinggal mengisi formulir, Anda bisa memilih pelanggan yang sesuai dengan arah tujuan atau rute yang biasanya Anda ambil.

Bekerja untuk mengirim barang atau memesan truk bisa menjadi lebih mudah bersama dengan Kargo Tech. Jangan buang waktu, yuk mudahkan segala pekerjaan dan bisnismu bersama dengan Kargo Tech sekarang!

0 tampilan

Postingan Terkait

Lihat Semua

Comentarios


bottom of page