top of page

Cara Membuat Laporan Keuangan dan Juga Mengetahui Tujuannya

Laporan keuangan atau disebut laporan arus kas atau cash flow adalah pemasukan dan pengeluaran kas dalam suatu perusahaan pada waktu tertentu yang semua aktivitasnya dicatatkan. Dengan laporan yang setiap saat dicatatkan ini, perusahaan dapat melacak keuangan secara terperinci dan menimbang tentang kerugian dan juga keuntungannya. Nah, membuat laporan cash flow yang baik dan terperinci tentunya dibutuhkan semua catatan tentang penerimaan dan juga pengeluaran kas perusahaan tersebut.

Sebagai seorang akuntan, atau yang bekerja dalam bidang keuangan mencatat cash flow adalah pekerjaan sehari-hari yang dilakukan, mereka akan memahami betul pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan, termasuk cara kerja arus kas secara lebih mendetail. Kemampuan ini ternyata tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang akuntan loh! Kamu yang memiliki bisnis juga dapat mempelajari hal ini dengan membaca artikel ini.

Metode Laporan Arus Kas

Sebelum terjun langsung dalam pembuatan, ada baiknya dulu jika kamu mengetahui metode pembuatan laporan arus Kas atau cash flow. Berikut ini metode yang bisa diterapkan dalam membuat laporan kas.

Metode Langsung (Cash flows statement direct method)

Cara metode langsung yaitu dengan membuat laporan arus kas dan mengelompokan kegiatan operasi ke dalam beberapa kategori. Misalnya, aktivitas operasional dibedakan akunnya sendiri-sendiri seperti akun beban amortisasi, keuntungan, akun beban penyusutan, kerugian, utang dan sebagainya. Metode ini dirasa paling lengkap dan mudah dimengerti karena pengerjaannya yang cukup mendetail. Jika ingin membuat arus kas metode langsung, kamu harus menyiapkan buku kas bank dan buku kas kecil. Setelah itu kamu dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan cara silang antara buku kas bank, rekening koran, bonggol check atau buku kas kecil.

Metode Tidak langsung (Cash flows statement indirect method)

Nah, jika kamu ingin mengetahui keuntungan dan kerugian yang didapatkan dalam kurun waktu tertentu, kamu dapat menggunakan metode tidak langsung dalam membuat laporan keuangan. Metode ini menunjukan hubungan antara laporan laba rugi, neraca dan arus kas. Cara pengambilan datanya pun dirasa cukup mudah karena setiap perusahaan tentunya sudah memiliki data masing-masing. Dalam metode ini arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan disusun berdasarkan laporan laba rugi dan neraca.

Cara Membuat Cash Flow dan Susunannya

Laporan kas sendiri memiliki 3 aktivitas yang berbeda yaitu Aktivitas operasi, atau arus kas yang terdiri dari kegiatan operasional perusahaan, Aktivitas Investasi, atau aktivitas arus kas yang dihasilkan dari penjualan ataupun pembelian aktiva tetap, dan yang terakhir Aktivitas pendanaan, aktivitas kas yang berasal dari penambahan modal perusahaan. Setelah mengetahui metode dan juga pengertian dari aktivitas laporan keuangan, berikut ini adalah cara mudah untuk membuat cash flow.

1. Perhitungan Kenaikan dan penurunan kas

Langkah pertama dalam membuat cash flow yaitu dengan menghitung kenaikan dan juga penurunan kas perusahaan, caranya dengan melihat laporan arus kas dan neraca pada akun kas. Selain itu juga kamu juga dapat menghitung kenaikan dan penurunan kas dengan melihat buku kas bank dan buku kas kecil.

2. Menghitung & Melaporkan Kas Bersih pada Aktivitas Operasional

Untuk tahap ini kamu harus memisahkan kas yang khusus untuk kegiatan operasi. Dalam pembuatannya, kas digunakan untuk berbagai macam kegiatan, agar tidak bingung pisahkan kas yang khusus untuk kegiatan operasi, kemudian kamu bisa menghitung jumlahnya dan buatlah laporan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional.

3. Menghitung & melaporkan Kas Bersih Pada Aktivitas Investasi

Caranya hampir sama dengan aktivitas operasional, namun pada saat ini kegiatannya adalah investasi. Kegiatan investasi yang bisa diperhatikan adalah pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang. Kamu bisa menyelidiki kegiatan investasi yang dilakukan sesuai periode yang ditentukan dan hitunglah berapa jumlah kas bersih yang digunakan.

5. Menghitung & melaporkan Kas Bersih Pada Aktivitas Pendanaan

Untuk langkah satu ini, kamu juga bisa menghitung dan memasukan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik. Jangan lupa untuk memisahkan kegiatan aktivitas pendanaan secara tersendiri.

6. Hitung & Jumlahkan Kas Bersih dari Ketiga Aktivitas

Dengan menghitung penggunaan dan penerimaan kas bersih dari ketiga aktivitas tersebut, langkah terakhir yaitu dengan membuat laporan secara menyeluruh sesuai dari perhitungan yang sudah dijelaskan pada tiap tahapannya. Jangan ketinggalan juga untuk memasukan saldo kas awal periode pada perhitungan.

Tujuan Laporan Keuangan

Seperti yang diketahui secara umum tujuan dari pencatatan laporan keuangan yaitu memudahkan kamu memperoleh informasi penting tentang keuangan perusahaan. Laporan keuangan juga bisa sebagai bentuk sajian dari suatu fakta atau riwayat mengenai suatu kegiatan yang dapat dilacak keadaannya. Nah secara detail, berikut ini tujuan laporan keuangan dan maksud dari pembuatannya.

  1. Fungsi utamanya agar dapat melihat sejauh mana posisi keuangan dan investasi dari sebuah perusahaan.

  2. Melihat potensi yang dapat dikembangkan dari perusahaan. Hal itu bisa dilihat dari pertumbuhan perusahaan yang dilihat dari income-nya.

  3. Menilai kemampuan dari utang-utang dan perhitungan dalam membayarnya.

  4. Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.

  5. Dapat gambaran tentang dividen yang diharapkan pemegang saham

  6. Melihat kewajiban perusahaan untuk membayar kreditur, supplier, pegawai, pajak, dan mengumpulkan dana untuk ekspansi.

  7. Informasi tambahan kepada pihak direksi dan manajemen untuk perencanaan dan juga pengawasan terhadap aset.

  8. Mengukur kemampuan perusahaan dalam meraih laba, jangka pendek maupun jangka panjang.

  9. Informasi keuangan dapat digunakan untuk melihat potensi perusahaan dalam bidang produksinya.

Solusi Invoice Financing Cepat Bersama Kargo Technologie

Kargo saat ini bekerjasama dengan Lembaga finansial berlisensi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai penyedia jasa layanan pinjam meminjam yang memiliki basis teknologi informasi. Cek selengkapnya di sini.

Kargo selalu memikirkan kemudahan kamu untuk mencairkan dana dari vendor truk. Program invoice financing ini pun bekerja untuk memberikan pembayaran lebih cepat untuk perusahaan kamu setelah pengiriman selesai dilakukan.

Kamu pun tak perlu khawatir dengan prosesnya karena aka ada tim dari Kargo yang siap untuk mendampingi dan mengurus segala kelengkapan data dan dokumen yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja akan membantu kamu untuk mendapatkan uang pelancar invoice dengan lebih cepat dan mudah, bukan? Cek lebih lengkapnya dengan berhubungan langsung dengan Customer Service Kargo via WhatsApp.

Jadi, kenapa masih ragu? Yuk, gabung bersama Kargo dan bergabung dalam program invoice financing kami sekarang juga! Kelola bisnis kamu sembari menjemput rezeki akan jauh lebih mudah dan aman tentunya hanya bersama Kargo!

1 tampilan

Comments


bottom of page