top of page

Tantangan Bisnis FMCG di Era Digital

Mengenal FMCG

Di Indonesia, perkembangan dunia dan bisnis ritel semakin tumbuh dengan pesat. Hal tersebut didasari pada keinginan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan setiap lapisan masyarakat.

Ketika membeli barang dan juga jasa, seseorang akan mengambil keputusan dengan dua jenis pertimbangan. Yakni keinginan (wants) serta kebutuhan (needs). Cara pengambilan keputusan sendiri akan semakin kuat ketika hal tersebut bersifat rutinitas dalam kehidupan untuk memenuhi keseharian.

Pesatnya perkembangan bisnis ritel pun didukung oleh jumlah penduduk Indonesia yang sangat tinggi. Di Indonesia sendiri, saat ini sebanyak 72% penduduknya sudah berada di usia produktif. Dari keadaan tersebut, tentu saja membuat Indonesia menjadi pasar yang paling potensial untuk bisnis di Kawasan Asia Tenggara.

Kini industri ritel modern untuk kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia pun terikut tumbuh dengan sangat pesat. Tercatat, pertumbuhan tertinggi sendiri terjadi di segmen minimarket atau supermarket.

Apa Itu Fast Moving Consumer Goods (FMCG)

Membicarakan definisi, FMCG atau Fast Moving Consumer Goods adalah barang-barang atau jenis prodk yang sangat sering dibeli dan juga digunakan oleh konsumen. Hal tersebut meliputi gula, perlengkapan mandi seperti pasta gigi, sabun, shampo, sikat gigi dan lain sebagainya. Minuman pun termasuk dalam kategori FMCG baik itu alcohol maupun non-alkohol.

Barang-barang seperti tisu, kertas, rokok, koran, dan majalah pun adalah sederet atau sebagian kecil dari produk FMCG.

Jika disimpulkan dengan lebih sederhana, produk FMC adalah produk yang memiliki perputaran omset dengan cepat namun biaya produksinya bisa dibilang rendah.

Produk FMCG sendiri biasanya memiliki masa simpan atau kedaluwarsa yang relatif singkat. Hal tersebut dikarenakan produk FMCG sendiri memiliki sifat yang mudah rusak.

Produk FMCG memang bertujuan untuk mendorong para konsumen agar tidak berpikir lama dalam menentukan pilihan pembelian. Hal tersebut membuat jenis produk FMCG sendiri sangat sering dibeli oleh konsumen. Bahkan tak jarang ada yang membeli dengan jumlah yang sangat banyak dalam sekali pembelian.

Jadi FMCG adalah deretan produk atau berbagai jenis produk yang kerap digunakan oleh konsumen dan selalu dikonsumsi secara teratur sehingga menjadi kebutuhan harian. Seperti yang sudah disebutkan, contoh dari produk FMCG adalah garam, gula, minuman, peralatan mandi, popok bayi dan keperluan lainnya.

FMCG sendiri memang dikenal dengan produknya yang sangat banyak. Hal tersebut dikarenakan tingkat pertumbuhan penduduk serta kebutuhan yang tentunya semakin meningkat. FMCG menjadi produk yang paling dibutuhkan oleh semua masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian.

Kategori FMCG

Bentuk FMCG sendiri bisa dikategorikan dari berbagai aspek serta kebutuhan. Contohnya dari personal care atau keperluan pribadi, keperluan rumah tangga atau household, minuman ringan, pembersih kamar mandi, kosmetik, farmasi, makanan ringan, perlengkapan alat tulis, dan lain sebagainya.

Produk-produk yang sudah disebutkan di atas tadi adalah beberapa contoh dari hasil dan proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang FMCG.

Di Indonesia sendiri kini sudah terdapat setidaknya empat kategori produk utama FMCG. Keempat kategori produk tersebut adalah home care and personal care, food and beverages, Rokok dan juga Alkohol.

Home care dan personal care sendiri biasa meliputi prodk untuk perawatan rumah dan probadi. Seperti kosmetik, perlengkapan mandi, alat kebersihan, pakaian dan lain sebagainya.

Sementara food and beverages adalah bahan-bahan makanan serta minuman yang bisa langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Produk FMCG yang masuk dalam kategori ini biasanya gula, kopi, teh, susu, bumbu instan, mi instan, biskuit, dan lain sebagainya.

Beberapa perusahaan FMCG saat ini sudah banyak di Indonesia. Bahkan, sebagian sudah sangat populer dan mendunia. Salah satu produk FMCG dunia yang masuk di Indonesia adalah Nestle, Unilever dan Coca-Cola. Sementara produk Indonesia yang sudah terkenal seperti Indomie, Garuda Food, Orang Tua (alkohol), serta Mayora.

Perkembangan FMCG di Indonesia

Sektor industri FMCG di Tanah Air mulai berkembang seiring meningkatnya kebutuhan manusia yang semakin lama semakin kompleks. Faktor ini pun didukung dengan permintaan pasar yang mennginginkan produk bernilai tinggi dengan waktu pemenuhan yang jika memungkinkan sesingkat mungkin.

Hal tersebut membuat perusahaan FMCG membutuhkan sebuah sistem produksi yang tepat agar bisa memenuhi semua kebutuhan konsumen dengan lebih maksimal.

Sektor industri FMCG sendiri sudah banyak dipilih menjadi sebuah sistem untuk memproduksi barang konsumsi. Dengan adanya perkembangan industri FMCG ini, maka industri di Indonesia secara umum sudah mengalami pergeseran sektor ekonomi dari industri primer menuju sekunder.

Pergeseran tersebut pun punya pengertian adanya perubahan produksi barang mentah menjadi barang setengah jadi atau produksi barang setengah jadi menjadi barang dalam kategori FMCG.

Pertumbuhan pada sektor industri FMCG sendiri belakangan ini membutuhkan suatu strategi yang tepat dan juga konsisten demi mewujudkan industri yang Tangguh, professional, serta memiliki daya saing yang baik di pasar domestik maupun internasional.

Karena hal tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap produk FMCG pun bisa mendorong tumbuhnya perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Terlebih, saat ini bisnis online shop pun sedang tren dan merebak. Hal tersebut membuat pendistribusian produk Industri FMCG bisa lebih mudah cepat dan membutuh anggaran yang relatif kecil.

Tantangan Bisnis FMCG di Era Digital

Meski tergolong memiliki perkembangan yang pesat, namun bisnis FMCG pun memiliki tantangannya sendiri di era digital.

Tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan finansial. Misalnya, ketika usaha retail akan beralih ke kanal penjualan secara digital. Hal tersebut biasanya membutuhkan karyawan yang memahami lebih dalam mengenai dunia teknologi dan informatika.

Padahal jika dilihat dengan kacamata yang lebih luas, tak semua pelaku memiliki modal dan pembiayaan untuk melakukan perekrutan secara permanen.

Yang kedua adalah meski online shop kini bertebaran dan bisa membantu proses pendistribusian produk FMCG, kehadiran mereka bisa justru menjadi boomerang. Pasalnya, banyaknya kanal penjualan online, mulai dari website sendiri hingga marketplace, banyak brand yang merasa kewalahan dalam menjalankan hal-hal yang bersifat administratif.

Penjual pun harus siap siaga 24 jam selama 7 hari penuh untuk membalas pesan satu persatu, menjawab komplain dan pertanyaan serta mengecek stok secara manual.

Kargo Technologies Jawaban Dari Distribusi FMCG

Bagi para pelaku bisnis FMCG, Anda tak perlu lagi merasa khawatir. Pasalnya, Kargo Technologies hadir untuk memudahkan bisnis dan juga distribusi Anda.

Kargo Technologies menyediakan berbagai jenis truk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan produk jualan Anda. Anda hanya perlu berlangganan dengan Kargo Technologies dengan klik tombol di sini untuk merasakan kemudahan distribusi.

Untuk masalah hemat, jangan khawatir. Kargo Technologies menyediakan program cashback yang cocok untuk usaha Anda. Anda bisa mendapatkan cashback sebesar Rp250.000 jika 5 kali melakukan pengiriman bersama kami dalam 30 hari!Tak sampai sana, Anda juga bisa mendapatkan cashback sebesar Rp600.000 jika melakukan 10 kali pengiriman bersama kali dalam jangka waktu 40 hari! Hemat bukan? Tunggu apalagi? Daftarkan perusahaan Anda segera cek linknya di sini atau download aplikasi Kargo Shipper di Playstore sekarang!

2 views

コメント


bottom of page